Lampung Tengah — Malam hari di Kampung Sangga Buana, Kecamatan Way Seputih, tidak sekadar menjadi waktu untuk bersilaturahmi.
Melalui kegiatan Polsek Manjaw di Kampung (PMK), jajaran Polsek Seputih Banyak terus membuka ruang dialog bersama warga untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (7/10/26) malam tersebut dihadiri Kapolsek Seputih Banyak AKP Hairil Rizal, S.H., M.H., Plt. Camat Way Seputih Tarmuji, S.E., Kepala Kampung Sangga Buana Sarjono, jajaran personel Polsek Seputih Banyak, aparatur kampung, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda.
Dengan mengedepankan nilai kearifan lokal Nemui Nyimah, Nengah Nyappur dan Sakai Sambayan, pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun tetap membahas sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Mulai dari persoalan perundungan di lingkungan sekolah, kekhawatiran terhadap remaja yang terjerat judi online dan narkoba, hingga keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh BBM jenis Bio Solar, disampaikan secara terbuka dalam sesi dialog.
Warga setempat juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PMK yang dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada Kepolisian.
Ia berharap komunikasi dan dialog seperti ini dapat terus dilakukan sehingga berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat segera mendapat perhatian dan ditindaklanjuti bersama.
Kapolsek Seputih Banyak AKP Hairil Rizal mengatakan, PMK tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan kunjungan ke kampung, tetapi menjadi sarana untuk membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan imbauan, tetapi juga untuk mendengar langsung apa yang menjadi persoalan masyarakat. Setiap masukan akan kami terima dan ditindaklanjuti bersama pihak terkait,” ujarnya.
Menurut Kapolsek, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Sebab, persoalan di tengah masyarakat sering kali dapat diselesaikan lebih awal ketika komunikasi antara warga, aparatur kampung dan kepolisian terjalin dengan baik.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan, informasi dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.
Warga diminta tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran dan berdampak luas.
Sementara itu, dalam menjawab persoalan yang disampaikan warga, jajaran Polsek Seputih Banyak bersama unsur Forkopimcam dan aparatur kampung akan melakukan koordinasi serta tindak lanjut sesuai bidang permasalahan masing-masing.
Kapolsek menegaskan, komunikasi dua arah ini akan terus dibangun melalui peran Bhabinkamtibmas di setiap kampung.
“Dengan begitu, berbagai potensi persoalan maupun gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.H., melalui Plt. Kasi Humas, Iptu Nia Septiani Suprapto, S.H., M.H menegaskan bahwa kegiatan PMK merupakan bagian dari upaya Polres Lampung Tengah untuk terus hadir, mendengar dan bekerja bersama masyarakat.
Hal itu sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang menjadi tagline Bapak Kapolri.
“Semangat tersebut harus diwujudkan melalui kehadiran Polisi yang mau mendengar, berdialog dan bekerja bersama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” tutupnya. (*)












