DPC AWI Lampung Utara Segera Laporkan Dugaan Penggelembungan Dana ATK dan Pemeliharaan Mobil Dinas di Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Lampung Utara – Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Lampung Utara dalam waktu dekat akan melayangkan laporan resmi kepada aparat penegak hukum terkait dugaan penggelembungan anggaran di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lampung Utara.

Temuan tersebut mencakup dugaan mark-up pada anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) yang diduga terjadi di bagian sekretariat Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta di sejumlah bidang lainnya. Indikasi penggelembungan ini dinilai tidak wajar karena besaran anggaran yang terealisasi diduga tidak sebanding dengan kebutuhan riil operasional.

Selain itu, AWI juga menemukan dugaan ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran pemeliharaan kendaraan dinas, yang nilainya cukup besar namun tidak mencerminkan kondisi kendaraan di lapangan. Bahkan, terdapat indikasi bahwa anggaran tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Ketua DPC AWI Lampung Utara menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman data, termasuk melakukan klarifikasi kepada para Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di masing-masing bidang, termasuk di sekretariat dinas.

“Kami sedang fokus pada pengumpulan bukti, terutama di sekretariat Disperindag dan bidang-bidang terkait. Jika ditemukan adanya selisih signifikan antara anggaran dan realisasi, maka ini patut diduga sebagai penyimpangan,” tegasnya.

Kamis (19-03-2026)

DPC AWI menilai bahwa praktik penggelembungan anggaran, baik pada belanja ATK maupun pemeliharaan kendaraan dinas, berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Oleh karena itu, laporan akan segera disampaikan ke pihak Kejaksaan serta instansi pengawas lainnya untuk dilakukan audit dan penyelidikan menyeluruh.

AWI juga menegaskan komitmennya dalam mengawal transparansi penggunaan anggaran daerah, khususnya di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.

“Ini bukan sekadar dugaan biasa. Kami melihat ada pola yang perlu diusut tuntas, terutama di sekretariat dan beberapa bidang. Kami akan kawal sampai proses hukum berjalan,” tutupnya.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *